Teknik FMEA, FMECA, SWIFT, dan Daftar Uji Risiko

image

Identifikasi risiko korupsi adalah proses sistematis untuk mengenali, menemukan, dan memetakan risiko korupsi Berikut ini dibahas dalam suatu organisasi, program, atau kegiatan. Tahap ini merupakan bagian dari manajemen risiko integritas yang bertujuan mencegah kerugian negara, penyalahgunaan kewenangan, serta menjaga kepercayaan publik.

Analisis Modus dan Pengaruh Kegagalan (FMEA) dan Analisis Modus, Pengaruh dan Kritikalitas (FMECA)

FMEA (Failure Modes and Effects Analysis) dan FMECA (Failure Modes, Effects and Criticality Analysis) adalah teknik yang didesain untuk: mengidentifikasi modus kegagalan dalam suatu proses atau produk dalam rangka menilai risiko yang mungkin timbul dari kegagalan tersebut. Proses analisis dilanjutkan dengan menyusun peringkat berdasarkan tingkat pentingnya, mengidentifikasi dan melaksanakan aksi korektif untuk menangani kegagalan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Kedua teknik ini juga dapat digunakan sebagai titik awal melakukan analisis akar masalah (Root Cause Analysis).

Dalam melakukan kedua teknik ini, tim penilai risiko menjabarkan suatu sistem, proses atau prosedur dan elemen–elemennya. Potensi kegagalan pada setiap elemen, penyebab dan pengaruhnya diidentifikasi. Hasilnya diikuti dengan analisis kritikalitas untuk merumuskan signifikansi setiap modus kegagalan. Hal–hal yang diidentifikasi pada setiap elemen adalah:

  • fungsi elemen tersebut,
  • kegagalan yang mungkin terjadi,
  • mekanisme yang mengarah pada kejadian kegagalan tersebut,
  • konsekuensi dari kegagalan,
  • bagaimana dan bilamana kegagalan dapat terdeteksi, dan
  • pengendalian terpasang (Stamatis, 2019).

Tabel 1 menyajikan beberapa keunggulan dan kelemahan teknik ini.

image

Teknik Terstruktur Apa yang akan terjadi–Jika (Structured What if Technique (SWIFT))

SWIFT merupakan teknik identifikasi yang dapat digunakan secara tersendiri atau sebagai bagian dari metode FMEA, yaitu dengan menanyakan “apa yang terjadi jika”. Dengan menggunakan pertanyaan tersebut, fasilitator mendorong peserta workshop atau diskusi antara lain untuk membahas:

  • risiko yang telah diketahui;
  • sumber dan pemicu risiko;
  • kejadian, pengalaman, dan keberhasilan;
  • pengendalian terpasang; dan
  • ketentuan dan hambatan regulasi.

Untuk dapat mengarahkan diskusi dengan efektif, fasilitator perlu menyusun daftar hal–hal yang mengemuka dalam diskusi dan lebih jauh lagi mengajukan pertanyaan “apa yang akan terjadi jika”. Tabel 2 menyajikan beberapa keunggulan dan kelemahan teknik ini.

image

Teknik Daftar Uji Risiko

Daftar uji risiko atau daftar periksa risiko merupakan catatan historis risiko, baik risiko yang telah teridentifikasi sebelumnya maupun kejadian risiko di masa lalu. Teknik ini digunakan oleh fasilitator penilaian risiko (bukan oleh tim penilai risiko korupsi) pada tahap awal identifikasi risiko dengan belajar dari pengalaman yang terdokumentasi atas risiko pada kegiatan, proyek, atau program sebelumnya atau kegiatan lain sejenis. Daftar uji risiko juga dapat digunakan di akhir tahap identifikasi risiko untuk memastikan tidak ada risiko yang terlewatkan.

Teknik ini diterapkan sebaiknya setelah tim penilai selesai melakukan identifikasi risiko dengan teknik lain. Tim penilai yang terlalu mengandalkan daftar uji ini dapat melewatkan hal-hal yang penting. Daftar uji risiko ini pada umumnya tidak kontekstual, yaitu tidak memuat aspek-aspek spesifik yang relevan dengan kegiatan yang sedang dinilai risikonya. Efektivitasnya terbatas apabila digunakan di situasi yang baru, atau situasi yang berbeda dengan ketika daftar uji risiko dikembangkan.

Selain itu, daftar uji hanya mencakup hal yang sudah diketahui atau berhasil diimajinasikan. Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan klasifikasi dan taksonomi yang tumpang tindih dan/atau terjadi kekosongan kategori, dan timbulnya perilaku “tick the box“, Daftar uji ini juga kurang mendorong dilakukannya eksplorasi gagasan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top