Merumuskan Selera Risiko Korupsi: Pendekatan Kualitatif

image

Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan dalam merumuskan selera risiko korupsi, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif (Xactium, nda). Kedua pendekatan ini diterapkan antara lain dalam bentuk:

  • pernyataan kualitatif,
  • peringkat kualitatif,
  • pernyataan ambang batas kuantitatif, dan
  • indikator risiko kunci kuantitatif.

Secara umum, selera risiko perlu dinyatakan secara kuantitatif agar tidak hampa dan dapat dioperasionalisasikan secara lebih jelas bagi pimpinan dan pegawai di seluruh unit kerja.

Pernyataan selera risiko yang terukur penting bagi proses manajemen risiko korupsi dan pengintegrasiannya dalam manajemen kinerja. Namun demikian, penerapan pendekatan kuantitatif dengan teknik yang rumit dan penggunaan istilah dan terminologi yang spesifik mungkin hanya efektif pada organisasi dengan tingkat maturitas yang tinggi, namun menjadi kontraproduktif pada organisasi dengan budaya risiko yang sedang berkembang.

Selera risiko perlu dinyatakan secara kuantitatif agar tidak hampa dan dapat dioperasionalisasikan

Pendekatan kualitatif yang sederhana akan lebih diterima oleh lebih banyak pihak. Kemudahan dalam mengomunikasikannya akan mendorong pimpinan, pegawai dan pemangku kepentingan lainnya untuk peduli, terlibat, dan berpartisipasi dalam proses manajemen risiko korupsi. (UK-GFF, 2021).

Pendekatan kualitatif disajikan dalam segmen ini sedangkan pendekatan kuantitatif disajikan dlam segmen terpisah

Pernyataan kualitatif

Pendekatan sederhana ini diawali dengan memilih salah satu kategori risiko korupsi dan kemudian mendeskripsikan batasan yang tidak dapat dilewati. Pernyataan kualitatif ini sederhana dan mudah dikomunikasikan, namun dapat terjadi misintepretasi, sulit untuk diukur dan dipantau.

Pendekatan ini juga mudah dikomunikasikan, serta mudah diperbandingkan antara peringkat risiko dengan peringkat selera risiko. Kelemahan pendekatan ini antara lain kurang presisi, sulit untuk merumuskan definisi rendah, sedang, dan tinggi, serta semakin kompleks apabila mencakup beberapa kategori risiko. Contoh Ilustratif 1 menggambarkan rumusan pernyataan selera risiko korupsi dengan pendekatan kualitatif.

image

Peringkat kualitatif selera risiko korupsi

Pernyataan selera risiko korupsSi dengan menggunakan peringkat kualitatif ini juga sederhana, serta mudah dikomunikasikan dan disusun laporan kompilasinya. Organisasi memilih kategari risiko korupsi tertentu dan menentukan peringkat selera risiko korupsi, misalnya, dalam lima kategori:

  • rendah sekali,
  • rendah,
  • sedang,
  • tinggi, dan
  • tinggi sekali.

Kelemahan pendekatan ini terutama terletak pada sulitnya mendefinisikan kelima kategori tersebut.

Peringkat kualitatif dapat mengadopsi model UK-GFF (2021) yang mengelompokkan selera risiko dalam lima kategori, yaitu:

  • menghindar (opposed, averse),
  • minimalis,
  • waspada / hati-hati (cautious),
  • sadar / terbuka (mindful, open), dan
  • gigih berusaha / berhasrat tinggi (enterprise/eager).

Dengan menggunakan deskripsi peringkat kualitatif pada Tabel 1 dapat ditentukan, misalnya, suatu BUMN mempunyai selera ‘terbuka’ terhadap risiko yang perlu diambil pada area pemasaran secara umum, namun berselera ‘waspada’ untuk pemasaran pada instansi pemerintah dan “menghindar” dari transaksi dengan perusahaan yang sedang dalam permasalahan hukum.

image

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top