WBS, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian dan Pemantauan

image

Keterkaitan sistem whistleblowing, penilaian risiko dan kegiatan pengendalian terletak pada manfaat sistem whistleblowing dalam mengkomunikasikan informasi mengenai risiko kepada pimpinan organisasi. Dengan demikian, membantu proses identifikasi risiko dan perancangan kegiatan pengendalian (lihat Diagram 1).

Informasi whistleblowing yang disampaikan pada umumnya merupakan kejadian yang telah atau sedang terjadi. Namun, informasi tersebut dapat dikembangkan untuk mengidentifikasi risiko – risiko terkait.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan pegawai juga menyampaikan indikasi terjadinya pelanggaran yang mengancam pencapaian tujuan organisasi. Pimpinan organisasi kemudian dapat mengembangkan informasi yang didapatkan untuk melihat lebih jauh area-area kritis lainnya. Berdasarkan hal tersebutm pimpinan organsiasi selanjutnya dapat merancang tindakan pengendalian yang diperlukan.

image

Hasil penilaian risiko menentukan cakupan dan ukuran sistem whistleblowing yang akan dikembangkan. Semakin tinggi risiko kegagalan saluran normal berarti semakin luas cakupan ruang lingkup, cakupan kategori whistleblower maupun saluran yang disediakan. Hasil penilaian risiko juga menentukan apakah perilaku whistleblowing ditentukan sebagai hak, kewajiban moral atau kewajiban hukum. Selain itu, tingkat risiko terjadinya retaliasi menentukan perlu tidaknya penghargaan dan tingkat perlindungan kepada whistleblower.

Dari aspek tindakan lanjut atas informasi whistleblowing, tingkat risiko terjadinya fitnah atau whistleblowing tidak dengan iktikad baik menentukan proses penilaian status informasi whistleblowing dan tingkat risiko ringan-beratnya peraturan yang dilanggar menentukan jenis pemeriksaan/audit/investigasi yang dilakukan.

Keterkaitan sistem whistleblowing unsur penilaian risiko dan unsur kegiatan pengendalian juga terlihat dari hubungan antara risiko kegagalan sistem whistleblowing dengan besaran sumber daya yang perlu disediakan oleh organisasi untuk membangun dan menjalankan sistem  ini. Berbagai risiko internal maupun eksternal organisasi perlu  diidentifikasi dan dianalisis terlebih dahulu sebelum menyusun dan mengoperasionalisasikan kebijakan whistleblowing.

Sistem whistleblowing dan unsur pemantauan

Keterkaitan sistem whistleblowingdan unsur pemantauan terletak pada manfaat sistem whistleblowing dalam membantu pimpinan organisasi melakukan pemantauan pengendalian intern. Sebagaimana tergambar pada Diagram 2, informasi whistleblowing yang masuk dan tindak lanjutnya merupakan alat bagi manajemen untuk memantau efektivitas pengendalian intern secara keseluruhan. Informasi whistleblowing dapat menunjukkan adanya kelemahan pada unsur lingkungan pengendalian, misalnya kepemimpinan yang tidak mendorong iklim etis dan menunjukkan adanya risiko yang tidak teridentifikasi oleh prosedur penilaian risiko normal.

Selain itu perilaku whistleblowing juga menunjukkan kegagalan saluran informasi dan komunikasi normal dan kegagalan fungsi audit mendeteksi adanya pelanggaran. Organisasi kemudian melakukan audit atau pemeriksaaan terhadap informasi pelanggaran tersebut dan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan rekomendasi mitigasi risiko dan perbaikan pengendalian intern. Penguatan pengendalian intern tentunya membuat niat dan kesempatan pegawai melakukan pelanggaran semakin sempit.

image

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top