Sikap Rasional dan Etis terhadap Risiko Korupsi

image

Dalam konteks manajemen risiko korupsi di mana organisasi harus menganut nilai, bersikap, berperilaku dan berbudaya antikorupsi, sikap terhadap risiko korupsi adalah pendekatan yang digunakan organisasi untuk menunjukkan dan mewujudkan nilai antikorupsi kedalam sikap, perilaku, dan budaya antikorupsi.

Terdapat beberapa jenis sikap terhadap risiko.

  • Organisasi mungkin mengambil risiko tinggi jika imbalannya tinggi (bersikap risk seeking).
  • Organisasi lain mungkin enggan mengambil risiko dan lebih memilih bermain aman (bersikap risk averse)
  • Bersikap netral (risk neutral) yaitu memandang tidak ada bedanya antara mengambil risiko atau menolaknya.
  • Organisasi mungkin juga risk–tolerant, yaitu bersikap seimbang dan tidak bereaksi, serta menerima situasi risiko sebagai sesuatu yang normal tanpa perlu ada perubahan perilaku.

Sikap terhadap risiko mungkin tidak jelas terdefinisi saat ini, namun menjadi jelas ketika secara aktual menghadapi situasi risiko. Hal ini menunjukkan sikap terhadap risiko dapat merupakan pilihan dan tidak bersifat tetap atau ditentukan sebelumnya (predetermined).

Sikap terhadap risiko mungkin tidak jelas terdefinisi saat ini namun menjadi jelas ketika secara aktual menghadapi situasi risiko

Secara rasional dan etis, organisasi sepatutnya bersikap menolak, menghindar, membatasi, dan enggan menerima risiko korupsi dan ingin meminimalisir tingkat risiko korupsi di area-area di mana organisasi terpapar. Sikap yang rasional dan etis ini ditunjukkan antara lain dari organisasi yang:

  • mengidentifikasi banyak jenis bahaya dan ancaman korupsi, serta mengidentifikasi berbagai sumber dan faktor risiko korupsi,
  • melebih-estimasikan (overestimate) kemungkinan dan dampak risiko korupsi,
  • menyusun strategi antikorupsi yang proaktif dan agresif cenderung menolak peluang bisnis yang berisiko korupsi tinggi, dan menghindar atau mengurangi keterpaparan risiko korupsi semaksimal mungkin, dan
  • bersungguh–sungguh dalam melaksanakan rencana tindak pengendalian korupsi

Organisasi juga mungkin bersikap toleran dengan menerima keterpaparan risiko sebagai bisnis normal, memperlakukan identifikasi risiko sebagai kurang penting, memandang risiko sebagai bagian dari pekerjaan, dan cenderung memandang pengendalian risiko kurang prioritas. Organisasi yang agresif terhadap risiko korupsi ditandai dengan organisasi yang bersiap mengambil risiko korupsi dalam rangka mendapatkan manfaat di kemudian hari, cenderung meremehkan kemungkinan kejadian dan dampaknya, serta abai atau menunda pelaksanaan rencana tindak pengendalian.

Sikap risiko ini perlu dipahami sebagai apek yang penting dalam proses manajemen risiko. Sikap terhadap risiko memengaruhi proses manajemen risiko

Pengaruh sikap risiko pada tahap inisiasi proses manajemen risiko

image

Pengaruh sikap risiko pada proses identifikasi risiko

image

Pengaruh sikap risiko pada proses penilaian risiko

image

Pengaruh sikap risiko pada proses penyusunan rencana perlakuan risiko

image

Pengaruh sikap risiko pada proses implementasi rencana pengendalian risiko

image

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top