EDUKASI DAN KONSULTASI
MANAJEMEN RISIKO

Belajar dan Berbagi Pengetahuan tentang Fraud, Korupsi dan Antikorupsi

kami akan membantu anda memahami dan menerapkan manajemen risiko korupsi di korporasi dan sektor publik

image

Mempertentangkan pikiran
Menuangkan gagasan
Memperjuangkan kemanusiaan

Cover MRK Biru

Teori – Teori Korupsi dan Antikorupsi

Untuk memandu organisasi menerapkan manajemen risiko yang benar-benar operasional dan kontekstual, diperlukan pemahaman atas konsepsi korupsi organisasional, teori–teori korupsi dan antikorupsi

Cover MRK Hitam

Manajemen Risiko Korupsi – Integratif, Interaksionis dan Prosesual

Manajemen risiko korupsi yang hendak dibangun diharapkan mewujud dalam sebuah model teoritis yang implementatif. Pemodelan merupakan instrumen penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mempraktikanya. Model dibangun untuk membantu memahami teori dan menjadi perantara antara teori dan fenomena dunia aktual yang kompleks ini.

Cover WBS Merah

Sistem dan Perilaku Whistleblowing

Untuk mengembangkan perilaku whistleblowing yang konstruktif diperlukan sistem whistleblowing yang efektif. Perilaku whistleblowing yang sering dipandang sebagai manifestasi pembangkangan yang destruktif perlu diubah menjadi perilaku  kepatuhan terhadap norma agung yang konstruktif. .

Artikel terbaru:

Suasana Sidang Rome

Berdiri di bahu para cendekia raksasa

If I have seen further, it is by standing on the shoulders of giants.”
Isaac Newton
Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, maupun pemikiran filosofis merupakan hasil akumulasi dari pencapaian para tokoh besar sebelumnya: para ilmuwan, filsuf, pemikir, dan tokoh perintis..

01

Apa maksud dan tujuan situs ini?

Dokumentasi pengetahuan yang terserak sangat penting agar organisasi dapat terus belajar dari masa lalu untuk perbaikan di masa mendatang. Situs ini ikut meyatukan yang terserak tersebut.

02

Mengapa?

Menuangkan gagasan, pemikiran dan pengalaman merupakan kontribusi positif bagi pengembangan profesi dan implementasi manajemen pengetahuan. Produksi dan distribusi pengetahuan merupakan aktivitas yang krusial bagi organisasi yang bergerak di bisnis penyediaan insight, dan foresight.

03

Bagaimana caranya?

Membaca, mendengarkan, dan menyimak serta terlibat aktif dalam diskusi, perdebatan, silang pendapat, adu argumen, dan percikan pertanyaan, serta cetusan gagasan dengan menjunjung tinggi tradisi ilmiah.

NIlai – nilai dasar dalam upaya meletakkan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi pada bidang ilmu manajemen risiko

Ketidakpastian Epistemik

Mengelola risiko korupsi memerlukan pengetahuan mengenai penyebab korupsi, proses terjadinya korupsi, dampak korupsi dan hubungan kausalitas yang melingkupinya. Semakin banyak pengetahuan yang dikuasai akan semakin baik organisasi dalam mengenal dan memahami karakteristik perbuatan korupsi

Isu – isu etik

Manajemen risiko korupsi tidak hanya mencakup upaya mengurangi kemungkinan dan pengaruh korupsi, namun juga melibatkan isu–isu etik. Korupsi pada hakikatnya bersifat deseptif, menipu, dan memperdayai. Karakteristik tersebut menjadikan korupsi menurunkan moralitas dan menggerogoti integritas personal, organisasional, nasional, dan integritas publik. .

Serasi dan selaras dengan tujuan strategis

Tingkat korupsi tidak akan pernah dapat berkurang menjadi nol. Akan sangat mahal dan tidak rasional untuk mengupayakan hal tersebut. Dengan pendekatan manajemen risiko, organisasi dapat melakukan pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan korupsi secara efisien dan efektif. Risiko korupsi yang kurang terkelola (under managed) atau terkelola secara berlebihan (over managed) menghasilkan ketidakseimbangan antara sumber daya yang dikeluarkan dan manfaat yang diperoleh.

Batara Wisnu

Membaca, mendengarkan, dan menyimak serta terlibat aktif dalam diskusi, perdebatan, silang pendapat, adu argumen, dan percikan pertanyaan, serta cetusan gagasan dengan menjunjung tinggi tradisi ilmiah

edukasimanajemenrisiko.com

Scroll to Top